SELALU BERSIAP DIRI MENGHADAPI PERUBAHAN DAN DINAMIKA KEHIDUPAN

“Gadis bijaksana dan bodoh. Gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, sedangkan gadis bijaksana membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.” Matius 25:3–4

A. Pengantar Menuju Pemahaman
Dalam kehidupan perubahan memilki sifat abadi, di dalam perubahan ada dinamika yang selalu membutuhkan kesiapan diri supaya tidak menjadi korban konyol atas apa yang terjadi. Alur pikir yang harus dibangun adalah bahwa di dalam perubahan ada tantangan dan peluang, hanya mereka yang siap diri yang akan mampu memperoleh peluang untuk berproses menjadi lebih baik. Contoh Gadis bijaksana dan bodoh dalam bacaan Matius 25 mengingatkan sekaligus menyadarkan kita untuk selalu bersiap diri menghadapi setiap keadaan.

B. Kecenderungan / Trend Perubahan Kekinian
Ada empat karakteristik perubahan yang terjadi dampak dari perkembangan teknologi modern sekarang ini. Empat hal tersebut adalah: Pertama: Volatile (berubah cepat). Kedua: Uncertain (tidak pasti). Ketiga: Kompleks (rumit, saling terkait). Empat: Ambigius (tidak jelas benar / salah). Karakteristik ini di singkat dengan VUCA. Ada tiga tipe orang menghadapi keadaan ini yaitu tipe terkejut, tipe mengeluh dan tipe bersiap diri. Kabar baiknya, hanya orang yang selalu bersiap diri melalui belajar dan adaptasi yang akan menjadi pemenang kehidupan.

C. Telaah Teologi Praktis
Allah Bapa kita tidak memanggil orang yang hebat atau merasa hebat, tetapi orang yang selalu Bersiap diri. Kritik teologis pertama: Banyak orang Kristen salah paham “berserah (percaya penuh dengan tindakan aktif)” menjadi “pasrah”. (beriman dengan pasif dan selalu menunggu). Kritik kedua: Alkitab tidak pernah memuji dan memberi apresiasi kepada orang yang tidak siap, cerita inspiratif gadis bijaksana dan gadis bodoh menjadi bukti kebenaran yang terbantahkan. Nuh bersiap selama 120 tahun membuat kapal, akhirnya selamat dengan semua keluarganya dari bencana baanjir. Yusuf siap selama 7 tahun saat berkelimpahan dan sukses mengahadapi 7 tahun paceklik arau kelaparan. Tuhan Yesus siap diri selama 30 tahun untuk menghayati pelayanan selama 3,5 tahun. Orang yang siap secara telogis – spiritual memilki tiga pilar. Pertama: Siap sedialah, kata Yunani heloimos artinya sudah disiapkan, sudah dilatih, siap di tempat, terkait dengan aspek mental, emosional, pengetahuan dan keterampilan (1 Petrus 3 : 15). Kedua: Hidup dalam kekudusan, Firman Tuhan menjadi laku hidup yang nyata dalam segala keadaan (siap secara rohani (Yosua 3:5). Ketiga: Berjaga (siap secara waspada). Berjaga bukan berarti tidak tidur, tetapi sadar diri bahwa perubahan akan terjadi dan datang kapan saja.