Firman yang mentransformasi
“…..demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku; ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya”. (Yesaya 55:11)
Kita hidup di Era serba digital, dimana berbagai informasi mudah diakses. Notifikasi datang tanpa henti. Berita berganti setiap menit. Pengetahuan tersedia melimpah. Namun ironisnya, semakin banyak informasi kita konsumsi, kian sedikit yang mengubah hidup kita ke arah yang lebih baik. Informasi sering kali hanya berhenti di kepala. Tak turun ke hati, dan tindakan yang positif.
Kita bersyukur bahwa firman Tuhan tidak bekerja seperti itu. Dalam Yesaya 55:9-11, firman-Nya digambarkan bukan sebagai informasi, melainkan daya. Ia keluar dari mulut Allah dengan misi yang jelas. Seperti halnya hujan yang jatuh ke tanah, firman Tuhan menjangkau kenyataan hidup. Lalu, mengolahnya dan menghasilkan perubahan. Ia tidak kembali dalam bentuk laporan, melainkan berupa karya yang tergenapi.
Ayat nas hari ini menegaskan bahwa firman Tuhan selalu efektif. Firman, bukan sekadar untuk dipahami, tetapi untuk mengerjakan kehendak-Nya. Maka, ketika membaca dan merenungkan firman Tuhan, sesungguhnya kita sedang berhadapan dengan kuasa yang bekerja. Memang, kuasa-Nya sering kali tak menunjukkan hasil seketika (instan), juga tak spektakuler. Perubahan yang dikerjakan-Nya bisa jadi perlahan, tapi pasti.
Karena itu, hendaknya kita tidak memperlakukan firman Tuhan seperti berita di lini masa. Ketika membaca Alkitab, berdiam dirilah sejenak. Berikan kesempatan agar firman itu tinggal, meresap, dan mengarahkan keputusan-keputusan kita. Manakala firman Tuhan kita hidupi dalam pikiran, sikap, dan tindakan sesehari, niscaya Ia sanggup mengubah hidup kita. Sebab, firman-Nya bukan sekadar informasi yang memperkaya pengetahuan, melainkan daya yang mentransformasi hidup kita. Amin.