Kerendahan Hati Kunci Menuju Kesatuan
Filipi 2:3-4
“dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri. Dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.”
Surat Paulus kepada Jemaat di Filipi (Filipi 2:3-4). Paulus memulai bagian tentang pikiran Kristus ini dengan membahas tentang pentingnya atau perlunya kerendahan hati. Kerendahan hati adalah kunci bagi setiap berkat baru dari Tuhan, karena Allah mencurahkan kasih karunia-Nya atas orang-orang yang rendah hati. Dalam pikiran yang rendah hati, kita patut menganggap orang lain lebih baik daripada diri kita. Kesombongan akan membuat kita berpikir bahwa kita lebih baik daripada orang-orang lain, tetapi pikiran yang rendah hati akan memampukan kita untuk mendahulukan orang lain. Dalam Roma 12:10 “Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.”
Kerendahan hati berakar dalam tiga aspek kebenaran:
1. Kita adalah makhluk Ciptaan Tuhan
Dalam Mazmur 8:4,5; Daud menyatakan kepada Tuhan: “Jika aku melihat langit-Mu, buatan Jari-Mu bulan dan bintang-bintang yang Kau tempatka; apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Raja Daud menyadari betapa tidak berartinya dia tanpa Tuhan. inilah langkah pertama dalam memperoleh kerendahan hati. Kita harus menyadari bahwa kita adalah makhluk ciptaan dan memandang diri kita sendiri lewat sudut pandang yang benar. Sebenarnya, kita sangat kecil ditengah tengag ciptaan Allah yang luas. Merenungkan kebenaran ini akan mulai membuat kita rendah hati
2. Kita adalah orang-orang Yang Telah Jatuh Ke Dalam Dosa.
Langkah selanjutnya menuju kerendahan hati adalah menyadari bahwa kita semua adalah orang-orang yang telah jatuh dalam dosa. Paulus berkata dalam Roma 3:23 “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.” Bahwa setiap orang telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah, maka kita semua membutuhkan seorang Juru Selamat. Dan apabila terpisah dari Dia, maka kita bukan apa-apa, hidup kita sia-sia.
3. Kita Semua adalah penerima Kasih Karunia Allah.
Paulus katakan dalam 1 Korintus 15:10; “Tetapi Karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya aku telah bekerja lebih keras daripada mereka semua, tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.” Ini harus menjadi suatu keyakinan yang mendalam dalam hidup kita, bahwa kita tidak dapat melakukan apapun dengan kekuatan kita sendiri. Segala sesuatu yang akan kita capai dan menjadi pribadi yang bagaimanapun kita kelak itu semua karena kasih karunia Allah. Juga kita perlu hidup untuk orang-orang lain, sama seperti Kristus telah menyerahkan hidup-Nya bagi kita.
Karena itu, Paulus menasehati orang-orang percaya di Filipi juga kepada kita sebagai orang percaya untuk mengenakan kerendahan hati Kristus dan berjalan dalam kesatuan. Karena rintangan terbesar untuk kesatuan adalah pikiran yang sombong, yang meninggikan diri. Sebab itu, kerendahan hati adalah kunci menuju kesatuan. Tuhan memberkati, Haleluya, Amin. (EST)