Mengenal Pemeriksaan Rontgen Panoramic

Penulis: dr. Nita Ariyanti, Sp.Rad

Rontgen panoramic, atau sering disebut juga Orthopanthomograph (OPG), adalah pemindaian menggunakan radiasi radiasi sinar-x untuk memeriksa kondisi rahang, gigi, dan struktur di sekitarnya. Prosedur ini dapat menampilkan keseluruhan kondisi rahang atas dan bawah dalam satu gambar sehingga menjadi pemeriksaan penunjang pilihan utama untuk mendeteksi berbagai masalah pada gigi.
Rontgen panoramic sangat penting dalam dunia kedokteran gigi karena hasilnya mendukung diagnosis, perencanaan perawatan, hingga tindakan bedah mulut. Supaya mendapatkan hasil pemeriksaan dengan baik, penting untuk memahami tujuan, persiapan, serta hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum prosedur dilakukan. Beberapa tujuan dan indikasi dilakukannya rontgen panoramic, diantaranya sebagai berikut:

  • Menilai kondisi umum gigi dan tulang rahang, baik sebelum perawatan gigi atau untuk evaluasi setelah perawatan gigi
  • Menentukan posisi impaksi gigi atau gigi yang belum tumbuh sempurna terutama gigi bungsu (gigi geraham paling belakang)
  • Merencanakan pencabutan gigi, pemasangan implan, atau perbaikan susunan gigi yang tidak rapi dengan behel atau kawat gigi
  • Memeriksa struktur tulang di area rahang (tulang maksila dan mandibula), misalnya setelah mengalami trauma, dsb
  • Mendeteksi infeksi, kista, tumor, atau kelainan lain pada rahang dan jaringan sekitarnya.

Pemeriksaan rontgen panoramic tidak membutuhkan pemeriksaan khusus sebelumnya. Namun, hal yang perlu diingat, beritahu dokter jika anda sedang hamil atau menanti kchamilan. Meski pemeriksaan panoramic ini hanya dilakukan di bagian mulut, wanita yang sedang hamil sebaiknya menunda pemeriksaan ini, untuk mengurangi risiko janin terpapar radiasi, Persiapan yang perlu dilakukan sebelum menjalani rontgen panoramic antara lain adalah melepaskan semua benda logam di wajah dan leher, seperti anting, kalung, kacamata, maupun gigi palsu lepasan., Dalam pemeriksaan ini, anda akan mengenakan pelindung apron dan menggunakan bite holder.

Selama pemeriksaan, anda akan diminta untuk menutup bibir dan menekan lidah serta tangan berpegangan agar tetap seimbang. Selanjutnya, dagu akan diposisikan untuk bersentuhan dengan tempat dagu di mesin pemeriksaan panoramic.Selama prosedur ini, anda diharapkan agar tidak menggerakkan kepala dan diminta untuk tetap bernapas normal, tapi tidak terlalu dalam. Mesin rontgen akan berputar setengah lingkaran mengitari kepala pasien untuk mengambil gambar dari berbagai sudut. Selama proses pengambilan gambar, yaitu sekitar 10-20 detik, pasien harus tetap diam dan tidak menelan. Selama pemeriksaan rontgen panoramic tersebut, mesin rontgen yang berputar setengah lingkaran di sekitar kepala pasien merupakan tabung yang menghasilkan sinar X. Sinar-X adalah bentuk radiasi seperti cahaya atau gelombang radio. Mesin sinar-X menghasilkan semburan kecil radiasi yang melewati tubuh, yang kemudian direkam menjadi gambar pada film fotografis atau detektor khusus. Sebagian besar gambar hasil sinar-x merupakan file digital yang disimpan secara elektronik, dan ada juga yang kemudian dicetak dalam bentuk foto fisik. Dengan begitu, dokter dapat dengan mudah mengakses gambar yang disimpan untuk mendiagnosis dan mengelola kondisi pasien.

Pada umumnya, rontgen panoramic tidak memiliki efek samping. Usai prosedur rontgen panoramic dilakukan, pemeriksaan ini tidak menyisakan radiasi di tubuh. Dosis radiasi yang sangat kecil, menjadikan pemeriksaan ini umumnya aman dilakukan pada segala usia termasuk anak-anak yang memang mempunyai indikasi untuk dilakukan pemeriksaan.

Dengan demikian, bila anda mengalami keluhan pada gigi dan mulut, segeralah temui dokter untuk mendapatkan saran pemeriksaan medis dan penanganan yang tepat. Penanganan yang tepat dan cepat bisa meningkatkan peluang kesembuhan dan mencegah komplikasi berbahaya.