PERTOBATAN DAN KETAATAN
Kehidupan orang beriman harus ditandai dengan pertobatan dan ketaatan. Dimulai dengan kesadaran bahwa kita adalah manusia yang penuh kelemahan dan keterbatasan, memiliki cidera manusiawi, sehingga selama hidup di dunia ini kita masih sangat mungkin jatuh dalam dosa. Dengan bertobat maka kita akan menerima rahmat pengampunan dan pemulihan dari Tuhan. Namun pertobatan tidak sekadar mengaku dosa dan mengatakan, “Tuhan ampunilah dosa kami”. Pertobatan tidak hanya ungkapan verbal, namun juga harus diikuti tindakan nyata, yaitu hidup dalam ketaatan kepada kehendak Tuhan. Itulah pertobatan yang sejati, ada kerendahan hati untuk mau mengakui dan menyesali dosanya, dan diikuti dengan ketaatan yang sungguh-sungguh.
Diakui atau tidak, ada banyak orang, termasuk orang yang mengaku beriman, namun ketika melakukan pelanggaran atau dosa, tidak sungguh-sungguh bertobat. Orang tersebut merasa seolah-olah tidak bersalah, sehingga dosa terus dilakukan. Atau ada orang yang bertobat, namun pertobatannya semu, hanya sebatas kata-kata. Pertobatan yang tidak disertai ketaatan. Di sisi lain, ada orang yang nampak taat, dengan tekun ke gereja dan mengikuti berbagai kegiatan gereja lainnya, sangat ketat terhadap aturan gereja. Sayangnya, semua dilakukan hanya untuk mendapatkan pujian. Ia taat namun tidak rendah hati.
Pertobatan yang sejati adalah pertobatan yang lahir dari hati, penuh kesadaran dan kerendahan hati. Pertobatan yang sejati juga harus diikuti dengan ketaatan yang penuh dengan kerendahan hati, serta ketaatan yang dilakukan dengan penuh syukur atas kasih karunia Tuhan, sehingga akan mendatangkan sukacita dalam hidup, bukan beban.
Matius 21:23-32 menunjukkan sikap para pemimpin agama Yahudi yang justru tidak hidup dalam pertobatan yang sejati dan ketaatan yang sungguh-sungguh. Ketaatan para pemimpin agama Yahudi kontras dengan ketaatan Yesus (Filipi 2:1-13). Ketaatan para pemimpin agama Yahudi adalah ketaatan yang penuh kesombongan, sepertinya taat namun menolak kasih karunia Allah. Sedangkan ketaatan Yesus adalah ketaatan yang rendah hati. Ia mengosongkan diri dan taat sampai mati di kayu salib.