MENGAPA DAN BAGAIMANA ORANG KRISTEN BERGEREJA
“Jangan kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasehati”
(Ibrani 10 : 25)
Pertanyaan pemantik kesadaran diri. Mengapa orang kristen harus bergereja? pertanyaan ini penting untuk direnungkan dan dicari jawabannya berdasarkan kebenaran Alkitab, sehingga kita memiliki pemahaman yang benar dan menjadi orang kristen yang bertanggungjawab dalam pertumbuhan iman dan praktik baik sebagai buah dari iman.
Ada tiga alasan mendasar yang perlu kita pahami terkait dengan pertanyaan “mengapa orang kristen harus bergereja”?. Pertama: Karena keteladanan Tuhan Yesus. Dalam Lukas 4:16 menyatakan” Ia datang ke Nazaret menurut kebiasaan-Nya , pada hari sabat . Ia masuk ke rumah ibadat “. Kedua: karena kita adalah tubuh Kristus. Dalam 1 Korintus 12 : 27 menegaskan ” Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya” Iman bertumbuh dalam komunitas. Ketiga : ada kuasa dalam persekutuan. Dalam Matius 2:42 menegaskan “Sebab dimana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka “. Bila kita mencermati dalam Kisah Para Rasul 2:42, Gereja mula-mula bertekun dalam pengajaran, persekutuan, pemecahan roti, berdoa dan Tuhan Yesus menambahkan jiwa -jiwa baru yang percaya kepada-Nya. Gereja bukan hanya sekedar gedung, tetapi keluarga yang menjadi tempat iman kita bertumbuh, berakar dan berbuah.
Bagaimana cara kita bergereja? Ada tiga sikap yang perlu diperhatikan dan dilakukan. Pertama: datang ke gereja dengan hati menyembah, bukan hanya rutinitas. Yohanes 4:23 mengingatkan “Penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran”. Kedua: datang untuk memberi, bukan hanya menerima. Ibrani 10: 24 menjelaskan “Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik”. Ketiga : datang untuk dibentuk dan diutus. Efesus 4:12 menyatakan kebenaran “Untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan”. Gereja berproses secara transformatif, menyuarakan kebenaran”.
Bergereja bukan karena memenuhi kewajiban rurinitas ritual, namun di dalam bergereja ada perjumpaan, persekutuan, relasi, komunikasi yang didasari kasih Kristus. Dalam bergereja terjadi proses pertumbuhan iman dan pendewasaan rohani sehingga buahnya adalah pengaruh positif bagi semesta.