“Budaya Kekeluargaan GKJ Kabluk Semarang”

Penulis: Tiarso Widodo

PENDAHULUAN

Budaya kekeluargaan merupakan nilai yang menjadi karakter warga GKJ Kabluk dalam menjalani kehidupan bergereja dan bermasyarakat. Budaya ini mencerminkan bagaimana setiap anggota jemaat saling mendukung, menghargai, dan memperlakukan satu sama lain sebagai keluarga besar dalam Kristus.

Pengalaman penulis, sewaktu awal tinggal di Pedurungan Lor pada th 2008, sempat bergumul untuk memilih gereja. Akan bergereja di dekat rumah yang hanya sekitar 100 meter dari rumah atau di GKJ Kabluk yang berjarak 4 Km dari rumah, karena sebelumnya bergereja di luar kota Semarang.

Kami sekeluarga sempat menjalani aktivitas di 2 gereja, mengikuti Ibadah Minggu, PA dan aktivitas lainnya. Puncaknya ketika kami dikunjungi oleh 2 Majelis GKJ Kabluk yaitu Alm Bpk Soeharsono dan Bpk Bambang Supriyadi, yang dengan keramahan dan ketulusan menanyakan apakah bersedia bergereja di GKJ Kabluk. Dalam kunjungan tersebut kami dapat merasakan adanya sentuhan kasih dan kekeluargaan yang begitu kuat di GKJ Kabluk. Akhirnya malam itu kami ambil keputusan untuk bergereja di GKJ Kabluk karena merasa adanya ikatan kekeluargaan yang lebih cocok. Inilah contoh nyata Budaya Kekeluargaan GKJ Kabluk yang kami rasakan sehingga yang sebelumnya ragu-ragu memilih gereja, akhirnya bisa mengambil keputusan untuk atestasi ke GKJ Kabluk.

DASAR FIRMAN TUHAN

Budaya kekeluargaan dalam gereja dilandasi oleh nilai-nilai Alkitab yang mengajarkan tentang kasih, kepedulian, dan kebersamaan. Berikut adalah beberapa ayat yang menjadi dasar:

AYAT ISI FIRMAN TUHAN
1. Mazmur 133:1 “Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!”
2. Yohanes 13:34-35 “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.”
3. Roma 12:10 “Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.”
4. Galatia 6:2 “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.”
5. Efesus 4:2-3 “Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera.”
6. 1 Yohanes 4:11 “Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.”

Kita meyakini bahwa budaya kekeluargaan merupakan bagian dari ajaran Alkitab yaitu Firman Tuhan yang harus menjadi pedoman hidup kita sebagai pengikut Kristus. Oleh karena itu sudah seharusnya kita kembangkan budaya kekeluargaan itu sebagai gaya hidup yang merupakan identitas orang Kristen baik saat di dalam Gereja maupun di masyarakat.

RUMUSAN PENGERTIAN BUDAYA KEKELUARGAAN GKJ KABLUK.

Budaya Kekeluargaan GKJ Kabluk adalah karakter dan nilai hidup yang dihayati oleh setiap warga gereja dalam relasi interpersonal dengan sesama, berdasarkan kasih Kristus, gotong royong dan kepedulian terhadap sesama.

ADA 5 PRINSIP UTAMA BUDAYA KEKELUARGAAN

PRINSIP DESKRIPSI
1. Kasih Setiap warga gereja saling mengasihi seperti dalam keluarga besar.
2. Kepedulian Peka terhadap kebutuhan dan kesejahteraan sesama jemaat.
3. Kebersamaan Aktif dalam persekutuan dan kehidupan gereja.
4. Gotong Royong Saling membantu dan mendukung dalam berbagai aspek kehidupan.
5. Keterbukaan Bersikap jujur, rendah hati, dan terbuka dalam berkomunikasi.

PERLUNYA SOSIALISASI TENTANG BUDAYA KEKELUARGAAN

Agar budaya kekeluargaan dapat terbentuk, perlu dilakukan sosialisasi kepada seluruh warga Gereja yang bertujuan untuk,

  1. Menguatkan kesadaran warga gereja bahwa mereka adalah bagian dari satu keluarga besar GKJ Kabluk.
  2. Menanamkan nilai-nilai budaya kekeluargaan dalam setiap aspek kehidupan bergereja.
  3. Mendorong keterlibatan aktif jemaat dalam kegiatan gereja.
  4. Memperkuat hubungan antar jemaat melalui komunikasi dan interaksi yang sehat.

STRATEGI SOSIALISASI

Sosialisasi yang efektif perlu strategi yang tepat agar mudah untuk dapat diterima yaitu melalui:

STRATEGI BENTUK KEGIATAN
1. Sosialisasi melalui Ibadah dan Khotbah Setiap warga gereja saling mengasihi seperti dalam keluarga besar.
2. Kegiatan Kelompok Kecil dan Pemahaman Alkitab Membahas nilai-nilai budaya kekeluargaan dalam kelompok kategorial seperti Pemuda, Persekutuan Kaum Bapak, Persekutuan Kaum Ibu, Sekolah Minggu, dll.
3. Kegiatan Sosial dan Kebersamaan Mengadakan acara kebersamaan seperti “Malam Keluarga GKJ Kabluk” atau “Family Day”, kunjungan pastoral, dan kegiatan gotong royong.
4. Media Sosialisasi Membuat leaflet atau booklet, memanfaatkan media sosial gereja, serta menampilkan video pendek atau testimoni jemaat.

Sosialisasi dapat dilaksanakan oleh Majelis atau Pengurus Komisi sesuai dengan bidang kegiatan dan tanggung jawab komisi tersebut. Untuk itu perlu didorong agar setiap Majelis dan Komisi berperan aktif mensosialisasikan dalam tindakan dan praktek kehidupan bergereja. Tentunya sangat dianjurkan bagi warga jemaat GKJ Kabluk yang sudah mendengar, mengerti dan memahami ikut berperan aktif mensosialisasikan dengan mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari di gereja dan masyarakat.

EVALUASI DAN PENGEMBANGAN

Evaluasi dan pengembangan budaya kekeluargaa dilakukan dengan antara lain:

  1. Mengadakan survei atau diskusi jemaat tentang pemahaman dan penerapan budaya kekeluargaan.
  2. Menyusun program lanjutan untuk memperkuat budaya kekeluargaan di GKJ Kabluk.
  3. Melibatkan seluruh elemen gereja dalam evaluasi dan peningkatan program ini.

PENUTUP

Dengan adanya sosialisasi budaya kekeluargaan di GKJ Kabluk, diharapkan setiap warga gereja semakin merasa memiliki, terikat, dan bertanggung jawab terhadap kehidupan bergereja serta dapat menghidupi nilai-nilai kasih, kepedulian, dan kebersamaan sebagai satu keluarga dalam Kristus.
Terlebih dari itu wujud ketaatan kita kepada Tuhan hanya bisa dinyatakan dengan menjalani kehidupan sesuai dengan kehendakNya yaitu penuh kasih, memiliki kepedulian terhadap sesama, membangun kebersamaan, gotong royong dan keterbukaan.