“MENJUMPAI KRISTUS DI TENGAH BADAI PERGUMULAN”
(Lukas 24:48)
“Kamu adalah saksi dari semuanya ini.”
Bapak, Ibu, dan Saudara-saudari warga Gereja Kristen Jawa Kabluk Semarang yang terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus,
Pada Minggu Paskah ke-3 ini, kita diajak masuk ke dalam sebuah gambaran yang sangat manusiawi, para murid berkumpul di dalam ruang tertutup, dengan hati yang penuh kegelisahan. Mereka diliputi ketakutan, kebingungan, dan ketidakpastian. Hati mereka cemas, pikiran mereka dipenuhi pertanyaan, dan masa depan terasa gelap. Itulah yang mereka alami setelah Yesus disalibkan takut, bingung, dan kehilangan arah.
Dan jika kita mau jujur, keadaan seperti itu bukanlah hal yang asing bagi kita. Dalam kehidupan sehari-hari, kita pun sering mengalami hal serupa. Saat ekonomi terasa berat, ketika hubungan dalam keluarga tidak berjalan baik, atau saat kesehatan mulai terganggu, kita bisa merasa seolah-olah Tuhan jauh dari kehidupan kita.
Namun kabar Paskah justru menyatakan hal yang sebaliknya.
Yesus datang ke tengah-tengah para murid dan berkata, “Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah” (Lukas 24:39). Ia menunjukkan luka-luka-Nya. Ini bukan tanpa makna. Justru di situlah kita melihat bahwa Tuhan kita bukan Tuhan yang jauh dari penderitaan. Ia mengerti, Ia pernah terluka, dan Ia hadir bukan di luar pergumulan kita, tetapi di tengah-tengahnya.
Seringkali pergumulan hidup membuat pandangan kita menjadi kabur. Ibarat seseorang yang sedang memasak di dapur, uap panas dari panci yang mendidih membuat kacamata nya berembun. Ia tahu dapurnya tetap ada, semua peralatan masih di tempatnya, tetapi ia tidak bisa melihat dengan jelas.
Demikian pula dengan hidup kita. Tuhan sebenarnya tetap dekat, tetapi kekhawatiran dan ketakutan membuat kita tidak mampu melihat kehadiran-Nya dengan jelas. Firman Tuhan menguatkan kita: “TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya” (Mazmur 34:19). Dan juga: “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu” (1 Petrus 5:7).
Ketika hati kita mulai terbuka, kita akan menyadari bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita bahkan satu detik pun. Lalu Yesus berkata, “Kamu adalah saksi dari semuanya ini.”
Menjadi saksi Kristus ternyata bukan menunggu hidup kita sempurna atau bebas dari masalah. Justru di tengah pergumulan, saat kita tetap percaya, tetap bersyukur, tetap setia, dan tetap mengasihi di situlah kita sedang menjadi saksi Kristus yang hidup.
Bapak, Ibu, dan Saudara-saudari yang terkasih, mungkin hari ini kita masih membawa beban pergumulan. Namun ingatlah: Kristus yang bangkit itu hadir, menyapa, dan menguatkan kita. Ia tidak pernah meninggalkan kita.
Mari kita membuka hati, supaya kita dapat melihat kehadiran-Nya kembali. Dan melalui kehidupan kita sehari-hari dalam kesederhanaan, dalam kesetiaan, bahkan dalam pergumulan kita dipakai Tuhan untuk menjadi saksi-Nya.
Tuhan memberkati kita semua. Amin. (mr. Jack)