Ketahui Bahaya Terlalu Sering Mengonsumsi Junk Food

Penulis: Philip Purworahyono

Makanan cepat saji, yang sering disebut junk food, sudah menjadi bagian dari gaya hidup manusia pada masa kini. Makanan cepat saji sangat digemari masyarakat karena dikemas dan diiklankan secara menarik. Selain itu, makanan ini juga mudah didapat, praktis, dan rasanya enak.

Menurut Dosen sekaligus Peneliti Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) Dr Siti Rahayu Nadhiroh SKM M Kes, junk food rendah akan zat-zat gizi seperti vitamin dan mineral, namun tinggi akan kandungan energi, garam, gula, atau lemak. Gizi minim yang dimaksud yaitu kurang dari 5% perporsi untuk memenuhi delapan nutrisi utama, diantaranya zat besi, kalori, lemak total, lemak jenuh, kalsium, protein, vitamin A, dan vitamin C

Kenapa disebut junk food? Itu karena makanan jenis ini tidak berperan dalam pola makan yang sehat. Khususnya jika dikonsumsi secara berlebihan.

Istilah junk food tidak hanya merujuk pada makanan yang dijual di restoran cepat saji, melainkan segala makanan yang mengandung gizi minim seperti makanan kaleng dan frozen food (ikan kaleng, sosis, nugget), dan masakan yang diolah sendiri serta mengandung lemak tinggi seperti ayam goreng dan kentang goreng Kandungan gizi yang tidak seimbang dalam junk food dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan, yaitu munculnya penyakit yang tidak menular seperti obesitas, hipertensi, hiperlipidemia, asma, gangguan kesehatan mental, dan masih banyak lagi. Junk food tersedia dalam berbagai jenis produk makanan dan minuman, seperti makanan ringan, minuman bersoda, gorengan, makanan instan, dan pada sebagian besar makanan barat lainnya – pizza, pasta, dan lain-lain

Contoh Makanan Junk Food:

  1. Fast Food/Makanan Cepat Saji: Burger, pizza, hot dog, fried chicken, nugget, kebab.
  2. Makanan yang Digoreng: Kentang goreng, keripik kentang, keripik singkong, gorengan (pisang goreng, bakwan).
  3. Makanan Olahan/Instan: Mie instan, bakso, sosis, nugget, sereal olahan yang tinggi gula.
  4. Camilan & Makanan Manis: Donat, pastry, kue, cokelat, permen.
  5. Minuman: Soda, kopi manis, teh manis, minuman kemasan dengan gula tinggi.
  6. Jajanan/Lokal: Martabak, roti bakar, siomay, cilok, makanan yang dibakar/gosong

Dampak Junk Food
Berikut adalah rincian bahaya kesehatan dari konsumsi junk food secara berlebihan:

  1. Obesitas dan Penyakit Jantung: Kandungan kalori dan lemak jenuh yang tinggi memicu peningkatan berat badan drastis dan menumpuk kolesterol jahat, yang mempersempit pembuluh darah dan menyebabkan serangan jantung.
  2. Diabetes Tipe 2: Kadar gula dan karbohidrat olahan yang tinggi dapat menyebabkan resistensi insulin, di mana sel tubuh tidak merespons insulin dengan baik, memicu diabetes.
  3. Gangguan Pencernaan dan Fungsi Liver: Kurangnya serat menyebabkan sembelit. Lemak jenuh tinggi juga berdampak negatif pada hati, yang berisiko menyebabkan peradangan atau jaringan parut (penyakit hati).
  4. Kerusakan Gigi dan Masalah Pencernaan: Kandungan gula tinggi berinteraksi dengan bakteri mulut, menghasilkan asam yang merusak email gigi.
  5. Dampak pada Kesehatan Mental dan Kognitif: Junk food dapat mengganggu fungsi otak, mengurangi konsentrasi, memicu depresi, dan memperpendek daya ingat.
  6. Risiko Kanker: Daging olahan dalam makanan cepat saji sering kali mengandung zat karsinogenik yang meningkatkan risiko kanker.

Pengonsumian junk food harus dibatasi dan tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan agar tidak mengalami hambatan pada kesehatan dikemudian hari. Junk food dapat menyebabkan berbagai hambatan kesehatan terlebih apabila dikonsumsi lebih dari dua kali dalam satu minggu secara rutin.

Karena seperti yang sudah kita ketahui bahwa junk food yang dikonsumsi secara berlebihan akan menyebabkan berbagai dampak buruk bagi kesehatan. Ada baiknya memang kita tidak terlalu sering mengonsumsi junk food demi mencegah datangnya penyakit, termasuk diabetes.

Salah satu contoh tips, jika anda menginginkan burger, pilihlah porsi kecil dan tanpa kentang goreng. Bila kurang kenyang, lanjutkan dengan mengonsumsi makanan kaya serat, seperti salad sayur atau buah sebagai penawar buruknya efek makan junk food.

Bagi Anda bisa ikuti tips beralih dari junk food ke makanan sehat berikut ini:

  1. Jadilah kreatif dengan mengolah bahan makanan segar menjadi berbagai makanan menarik yang Anda sukai.
  2. Perbanyak minum air putih untuk meninggalkan kebiasaan minum minuman kaleng atau kemasan.
  3. Pilih bahan makanan yang mengandung serat tinggi sehingga dapat mengenyangkan lebih lama.
  4. Perbanyak makan sayuran dan buah-buahan segar.
  5. Atur pola makan, jangan sampai terlalu lapar.
  6. Jangan pernah meninggalakan sarapan, tentu saja sarapan sehat dengan bahan makanan segar.

Mari biasakan pola hidup sehat agar tubuh terhindar dari penyakit-penyakit yang berbahaya.


Referensi:
Sodik, M. A. Fast Food, Junk Food, dan Dampaknya Bagi Kesehatan.

Saras, T. (2023). Menggali Dampak Junk Food : Membedah Realitas dan Mencari Solusi. Tiram Media.

12 Bahaya Junk Food bagi Kesehatan yang Harus Diwaspadai Oleh Siti Nur Aeni 8 November 2021,