BELAJAR DARI SI BODOH

A. Pengantar
Belajar dari si bodoh menurut Alkitab bukan sekedar terkait dengan IQ, tetapi bahaya keangkuhan hati. Orang yang dikategorikan bodoh adalah mereka yang menolak hikmat Tuhan, mengabaikan teguran, dan berfokus pada hidup berdasarkan keinginannya sendiri. Renungan ini ditulis untuk mengajak para pembaca dengan kesadaran, mengevaluasi diri agar selalu hidup dalam kehendak Tuhan, melalui cara menghidupi kebenaran Firman-Nya, berproses menjadi murid yang setia, membangun relasi yang benar dengan Tuhan dan sesama.

B. Pendapat Umum
Ada pendapat, kita harus mau belajar seumur hidup kita, dari rahim ibunda sampai di bawah pusara, maksudnya mau belajar terus tanpa jera, lelah dan bosan. Tema renungan ini adalah, “Belajar Dari Si Bodoh” sekilas agak aneh didengar, karena pada umumnya belajar itu dari dan dengan orang yang lebih cerdas serta berpengalaman, sehingga mampu mengembangkan potensi diri. Ukuran hasilnya si pembelajar menjadi makin cerdas dan berprestasi hebat. Alkitab memberi pembelajaran yang berbeda dengan perspektif dunia, seperti yang kita pahami.

C. Tokoh Inspiratif
Dalam Injil Lukas 12 ayat 13 – 21, dikisahkan tentang “ Orang Kaya Yang Bodoh” Ia adalah pengusaha agro – bisnis yang sukses dan kaya luar biasa, ketika persoalan muncul , ia sigap dengan cepat dan dengan tepat, memecahkan persoalan. Satu-satunya yang membuat ia bingung, adalah “apakah yang harus kuperbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat menyimpan hasil tanahku yang berlimpah” namun ia tidak berhenti diam dalam kebingungan, ia memiliki ide dengan berkata” inilah yang akan kuperbuat, aku akan merombak lumbung-lumbungku, mendirikan lebih besar dan aku akan menyimpan semua gandum dan barang-barangku”. Dengan demikian masalah selesai dengan tuntas. Lalu siapakah yang menyatakan orang kaya ini bodoh?. Ternyata Tuhan Yesus sendiri yang mengatakan “Hai orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu dan apa yang telah kau miliki, untuk siapakah itu nanti?”. Padahal kita tahu Tuhan tidak pernah salah. Jadi pertanyaannya, mengapa Ia menyebutnya bodoh?. Paling sedikit ada tiga hal yang menyebabkan Tuhan mengatakan orang kaya tersebut bodoh. Pertama: ia menjadikan kekayaan adalah hal yang pertama dan utama, kekayaan menjadi ilahnya. Kedua: ia merasa puas dengan yang dimiliki, ia telah mengabaikan realitas saling ketergantungan dengan sesama, merasa tidak butuh orang lain, merasa bisa sendiri, dan merasa sudah cukup dengan dirinya sendiri. Ketiga: ia mengabaikan Tuhan dan menempatkan tanpa makna dalam kehidupannya. Bila dicermati ayat 16 – 19 orang kaya ini hanya berfokus pada diri sendiri dengan menyatakan berulang kali kata aku dan milikku. Ayat 20 Tuhan Yesus menegur dengan jelas dan keras, bahwa malam ini juga kau akan mati, semua kekayaan yang kau miliki akan sia-sia. Hidup manusia tidak ditentukan oleh materi tetapi relasi yang benar dengan Tuhan Yesus dan melakukan dengan setia kehendak-Nya dalam kehidupan pribafi maupun dengan sesama. (YO – 60)