TIDAK ADA MASA DEPAN DI MASA LALU
“Aku melupakan apa yang di belakangku dan mengarahkan diri apa yang ada di depanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus”
Filipi 3 : 13 – 14
A. Pengantar Menuju Pemahaman
Surat Filipi ditulis oleh Rasul Paulus sebagai hamba Kristus (Filipi 1: 1). Surat ini ditulis sekitar tahun 60-62 Masehi, waktu Rasul Paulus di penjara di rumah sewaan di Roma , menunggu sidang di hadapan Kaisar (Filipi 1:13 dan Kisah Para Rasul 28:30). Surat ini ditujukan kepada jemaat di Filipi, kota di Makedonia, koloni Roma. Ini jemaat pertama yang Rasul Paulus dirikan. Inti dari surat Filipi adalah untuk berterimakasih atas kepedulian dan kemurahan hati orang Filipi (Filipi 1:3–5). Pesan utamanya adalah “Bersukacitalah dalam Kristus di tengah penderitaan”.
B. Memahami Makna Tema
Jadikanlah aturan hidup untuk tidak pernah menyesal dan tidak pernah menoleh ke belakang. Penyesalan adalah pemborosan energi. Masa lalu hanya bermakna untuk di ambil hikmahnya dan terus berjuang untuk memperbaiki supaya masa depan menjadi lebih baik. Semakin sering melihat masa lalu dan menyesalinya akan menghambat kemajuan dan perubahan yang diperlukan untuk menjalani masa depan. Masa lalu adalah kenyataan dan masa depan adalah tantangan serta peluang untuk menjadi semakin baik dalam hal pikiran, perkataan, perbuatan dan pertumbuhan iman dalam komunitas.
C. Pesan Teologis Sebagai Refleksi
Keselamatan adalah sebuah kepastian tapi keserupaan dengan Kristus masih dalam proses yang terus terjadi (Filipi 1:5). Secara spiritualitas, kita belum sampai finis, tetapi sedang berlari ke arah tujuan surgawi, Perjalanan adalah tantangan, peluang dan panggilan untuk memiliki dan menghidupi karakter Kristus. Kegagalan dan kesalahan masa lalu jangan menjadi penjara mental, namun ditempatkan dan dimaknai sebagai pemacu kesadaran diri menjadi lebih baik dan mampu menjadi hamba Tuhan yang taat dan setia dalam panggilan-Nya. Hidup orang beriman kepada Kristus memiliki tujuan yang jelas dan fokus pada Kristus. Dia adalah awal dan akhir dari perlombaan dalam kehidupan (Ibrani 12:2). Orang Kristen dipanggil untuk hidup berorientasi ke depan, dengan mata tertuju pada Kristus, bukan pada masa lalu. Kehidupan bergereja perlu dikembangkan budaya pengampunan dan “move on” bersama. (Yo-62).