Jadilah LENTERA, bukan KEMBANG API
Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya (Markus 4:31b-32)
Seringkali kita menganggap bahwa pertolongan TUHAN itu hadir dalam bentuk sebuah keajaiban atau mukjizat, misalnya diselamatkan dari sebuah kecelakaan, disembuhkan dari penyakit yang kronis, dan sebagainya. Namun ketika kita bangun pagi dan menikmati nafas kehidupan itu sebagai hal yang biasa, dan terkadang tidak menyadari bahwa hal tersebut pun juga bentuk pertolongan TUHAN yang luar biasa. Demikian juga dengan apa yang kita lakukan untuk melayani TUHAN, seringkali kita menganggap bahwa pelayanan kita sudah baik ketika kita sudah melakukan hal yang spektakuler sehingga membuat orang terpukau, sesuatu yang wooww dan viral. Sesuatu yang tampak luar biasa, yang hanya menciptakan kekaguman sesaat terlebih yang hanya ingin dilihat oleh orang lain itu ibarat sebuah kembang api yang akan terlihat gebyarnya namun akan cepat berlalu. Sebaliknya sesuatu hal sederhana yang kita lakukan namun dilandasi dengan kasih dan kesetiaan, itu ibarat lentera dalam kehidupan yang memancarkan cahaya dengan lembut dan tenang namun dapat memberikan terang dalam kegelapan yang tidak hanya sesaat tetapi terus menerus. Banyak contoh yang kita lakukan agar kita menjadi lentera bagi orang-orang di sekitar kita, misalnya: memberikan senyuman kepada orang-orang di sekitar kita, mengampuni orang lain yang berbuat kesalahan, menghibur dan menemani orang yang sedang berduka, melakukan pekerjaaan dengan jujur, mendoakan orang lain dalam setiap doa-doa kita, dan sebagainya. Itu semua adalah tindakan sederhana namun bisa kita lakukan setiap saat kepada orang lain secara konsisten. Hal yang kecil terkadang tidak terlihat orang, namun dibalik kesederhanaan itu justru dapat memberikan makna yang besar bagi orang lain.
Tuhan Yesus mengumpamakan seperti halnya biji sesawi, bijinya kecil namun ketika ditabur kemudian dirawat setiap hari maka akan tumbuh menjadi pohon yang besar yang akan memberikan manfaat banyak bagi yang lain. Maka dari itu janganlah kita menganggap sepele hal kecil dan sederhana yang kita lakukan untuk orang lain. Kerjakanlah hal baik tersebut secara konsisten, rawatlah setiap hari menjadi laku hidup kita niscaya perlahan tapi pasti akan tumbuh menjadi pohon kebaikan yang sangat besar. Marilah kita hidup menjadi lentera, meskipun cahayanya kecil namun secara konsisten menerangi kegelapan dengan lembut dan tenang agar mampu menumbuhkan biji sesawi tersebut menjadi pohon yang besar. Tuhan memberkati. (AP)