“TETAP SETIA BERSAKSI DI TENGAH TANTANGAN”

(Yeremia 20:9 dan Matius 10:32)
  1. “Tetapi apabila aku berpikir: Aku tidak mau mengingat Dia dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi nama-Nya, maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala…” (Yeremia 20:9).
  2. “Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga.” (Matius 10:32)

Menjadi pengikut Kristus tidak selalu berjalan dalam suasana yang nyaman. Dalam kehidupan saat ini, kita masih mendengar adanya penolakan terhadap kegiatan ibadah umat Kristen atau kesulitan dalam mendirikan rumah ibadah di beberapa tempat. Situasi seperti ini dapat menimbulkan kekhawatiran, bahkan membuat sebagian orang enggan menunjukkan imannya secara terbuka.

Pengalaman Nabi Yeremia mengajarkan bahwa tantangan dalam bersaksi bukanlah hal yang baru. Karena memberitakan firman Tuhan, Yeremia menghadapi penolakan dan penderitaan. Ia bahkan pernah ingin berhenti berbicara tentang Tuhan. Namun firman Tuhan yang hidup dalam dirinya menjadi seperti api yang menyala-nyala, sehingga ia tidak sanggup meninggalkan panggilannya.

Tantangan yang kita hadapi saat ini mungkin berbeda, tetapi tidak kalah nyata. Dalam pelayanan gereja, kita dapat menghadapi kritik, perbedaan pendapat, atau rasa lelah dalam melayani. Di tengah masyarakat, kita dituntut tetap hidup dalam kasih dan menjadi pembawa damai. Di tempat kerja, kita sering diperhadapkan pada pilihan untuk tetap jujur dan berintegritas meskipun tidak selalu mudah.

Melalui Matius 10:32, Tuhan Yesus mengingatkan agar kita tidak malu mengakui Dia di hadapan manusia. Mengakui Kristus tidak hanya dilakukan melalui perkataan, tetapi juga melalui sikap hidup yang mencerminkan kasih, kejujuran, kesetiaan, dan tanggung jawab. Kesaksian yang nyata sering kali terlihat dari kehidupan sehari-hari, ketika orang percaya tetap berbuat baik dan setia kepada Tuhan di tengah berbagai tantangan.

Karena itu, marilah kita tetap teguh dalam iman dan tidak gentar menghadapi berbagai kesulitan. Baik dalam pelayanan di gereja, kehidupan bermasyarakat, maupun di tempat kerja, kiranya api kasih dan kebenaran Kristus tetap menyala dalam hati kita. Dengan demikian, melalui hidup kita, nama Tuhan semakin dimuliakan dan banyak orang dapat merasakan kasih-Nya.

“Tetap setia bersaksi, bukan karena tantangan tidak ada, tetapi karena Kristus yang kita saksikan adalah Tuhan yang selalu menyertai.” Amin (Mr. Jack)