“SALIB KECIL SETIAP HARI”
“Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah”. (Galatia 6:9)
Kata “pengorbanan” sering terdengar sangat berat. Kita langsung membayangkan pergi ke medan perang, atau harus jual semua harta. Padahal Tuhan Yesus ajarkan pengorbanan itu mulai dari “salib kecil” yang kita pikul setiap hari. Lukas 9:23: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku”
Pengorbanan itu bentuk kasih yang kelihatan
Kita gampang bilang “aku mengasihimu”, tapi tak mau berkorban. Kasih tanpa pengorbanan itu hanya teori. Pengorbanan itu adalah ketika, Ibu rumah tangga bangun dini hari untuk masak bagi suami dan anaknya agar bisa bekerja atau sekolah dengan tenaga, itu salib kecil. Anak muda rela potong uang jajan untuk bantu teman yang tidak bisa bayar kos, itu salib kecil. Kita menahan lidah tidak membalas omongan pedas tetangga, pilih diam dan mendoakan, itu salib kecil. Kita datang ke persekutuan padahal badan sangat capai, itu salib kecil.
Pengorbanan itu meniru hati Kristus
Yesus tidak berkorban supaya disebut pahlawan, Dia rela turun dari zona nyaman sorga ke dunia yang berantakan. Bahaya kita adalah berkorban tapi sambil menggerutu, berkorban sambil memposting, berkorban sambil menghitung sudah berbuat ini dan itu. Tuhan ingin hati kita seperti Kristus, berkorban dengan diam, tulus, tanpa pamrih. Karena upah kita bukan dari manusia, tapi dari Bapa yang melihat di tempat tersembunyi.
Pengorbanan itu menuai tapi tidak instan
Galatia 6:9a menuliskan “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai”. Ada musim menabur yaitu musim berkorban, mungkin rasanya capai dan rugi. Tapi ada juga musim menuai yaitu musim Tuhan membalas, entah lewat berkat, lewat anak yang berbakti, lewat damai sejahtera yang kita rasakan. Kalau kita berhenti di musim menabur karena merasa tak ada hasil, maka kita tidak akan pernah melihat tuaiannya. Tuhan tidak pernah meminta kita mati di kayu salib seperti Dia. Tapi Dia minta kita “mati” terhadap ego kita. Mari kita bertanya kepada Tuhan, siapa sesamaku yang butuh salib kecil dariku dalam minggu ini ya Tuhan?” Amin (ed).