“KOMITMEN UNTUK BERUBAH”

“KOMITMEN UNTUK BERUBAH”

(Roma 12:2)
“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”

Setiap orang percaya pasti pernah menyadari bahwa ada bagian dalam hidupnya yang perlu diubahkan. Entah itu karakter yang keras, kebiasaan yang tidak baik, kurangnya disiplin rohani, atau sikap hati yang belum berkenan kepada Tuhan. Namun menyadari saja tidak cukup. Dibutuhkan komitmen keputusan yang sungguh-sungguh dan konsisten untuk berubah sesuai kehendak Tuhan.

Perubahan sejati dimulai dari pembaharuan budi. Ketika pikiran kita diperbarui oleh firman Tuhan, hati kita dilembutkan dan tindakan kita pun ikut berubah. Kita menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru, seperti tertulis dalam Efesus 4:22-24. Tuhan rindu melihat umat-Nya bertumbuh, bukan berjalan di tempat.

Seperti yang dialami oleh Zakheus dan Petrus. Zakheus, seorang pemungut cukai yang hidup dalam ketidakjujuran, mengalami perubahan total setelah bertemu Yesus; ia berkata dalam Lukas 19:8 bahwa ia akan memberikan setengah dari miliknya kepada orang miskin dan mengembalikan empat kali lipat kepada siapa pun yang pernah dirugikannya. Pertemuan dengan Yesus menghasilkan pertobatan yang nyata. Demikian juga Petrus, yang pernah menyangkal Yesus tiga kali dipulihkan dan diubahkan menjadi rasul yang berani memberitakan Injil. Dari penakut menjadi pemberani, dari gagal menjadi pemimpin rohani semua karena kasih karunia Tuhan yang mengubahkannya.

Namun komitmen untuk berubah tidak hanya berlaku bagi diri pribadi. Tuhan juga memanggil gereja-Nya untuk terus diperbarui. Gereja bukan sekadar gedung, melainkan persekutuan orang-orang percaya yang hidup. Jika setiap pribadi mengalami perubahan, maka gereja pun akan mengalami pembaruan rohani. Para pelayan Tuhan dipanggil untuk melayani dengan hati yang murni, semangat yang menyala-nyala, dan integritas yang benar di hadapan Tuhan.

Bagi jemaat yang selama ini belum terlibat dalam pelayanan, inilah saatnya mengambil bagian. Firman Tuhan berkata dalam 1 Petrus 4:10: “Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.”

Setiap orang memiliki karunia. Tidak ada yang terlalu kecil untuk dipakai Tuhan. Komitmen untuk berubah bisa diwujudkan dengan mulai melayani baik melalui doa, dukungan, tenaga, maupun talenta yang Tuhan percayakan. Gereja yang bertumbuh adalah gereja yang setiap anggotanya mau terlibat.

Mari kita berdoa seperti Daud dalam Mazmur 51:12: “Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaruilah batinku dengan roh yang teguh!” Kiranya komitmen untuk berubah dimulai dari hati kita, menjalar ke keluarga, dan berdampak bagi gereja serta pelayanan. Tuhan sanggup memperbarui pribadi, pelayan, dan seluruh jemaat yang rindu hidup seturut kehendak-Nya.

Amin. (Mr. Jack)