Kehidupan Kekristenan Yang Sejati

“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah, apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna” (Roma 12:2)

Kemarin hari Sabtu, 19 September 2026 gereja kita tercinta memperingati ulang tahun yang ke 35 dengan penuh syukur kepada Tuhan Yesus. Dengan bertambah satu tahun usia gereja kita mari bersama mawas diri bagaimana kehidupan iman kita selama menjadi pengikut Kristus. Mari kita perhatikan bersama; bahwa relasi dengan Allah sebagai Bapa harus dibangun dari kesucian hidup, kualitas hidup seperi Yesus. Inilah Kekristenan yang benar, sejati atau asli atau yang orisinil. Kata “Kristen” secara umum berarti “menjadi seperti Kristus”. Orang percaya mula-mula disebut “Kristen” karena berperilaku seperti Tuhan Yesus. Orang–orang percaya pada waktu itu belajar Injil yang murni sampai hidup sepadan dengan Injil yang mereka terima itu. Injil tersebut memuat ajaran Tuhan Yesus yang mereka kenakan dan kehidupan Kristus yang mereka teladani sehingga mereka menjadi serupa dengan Tuhan Yesus Kristus. Serupa dengan Tuhan Yesus Kristus berarti menemukan dan mengenakan pribadi, watak, karakter atau kepribadian Anak Allah. Inilah sebenarnya maksud keselamatan diberikan yaitu agar manusia dikembalikan kepada rancangan semula Allah. Tidak bersedia menerima realita, ini berarti tidak bisa menjadi makhluk ciptaan, rancangan semula, dan tidak pantas memperoleh keselamatan. Oleh sebab itu seseorang hendaknya tidak merasa sudah menjadi Kristen kalau hanya mengaku percaya atau pergi ke gereja. Untuk itu kekristenan harus dibersihkan dari unsur-unsur duniawi yang merusak kemurniannya.

Untuk masuk ke dalam kehidupan Kekristenan yang sejati, sesorang harus berani keluar dari segala tradisi keberagaman yang selama ini dianggap sejajar dengan Alkitab. Pada dasarnya Kekristenan adalah proses perjalanan hidup orang percaya untuk terus menerus mengalami perubahan karakter sehingga bisa mengenakan cara hidup yang diperagakan Tuhan Yesus ketika mengenakan tubuh daging seperti kita, kurang lebih 2026 yang lalu. Dengan demikian, Kekristenan adalah perubahan karakter dari karakter manusia yang mengenakan kodrat dosa menjadi manusia yang serupa dengan Tuhan Yesus yang mengenakan kodrat ilahi. Orang percaya dipanggil untuk ini. Mari kita perhatikan. Sesungguhnya Kekristenan adalah sikap hati yang diubah oleh Firman Tuhan dan berusaha belajar memberi segenap hidup untuk Tuhan sebagai persiapan menjadi keluarga dalam kerajaan-Nya nantinya. Itulah sebabnya panggilan sebagai orang percaya adalah panggilan sebagai murid. Belajar mengenakan kehidupan Tuhan Yesus dan menyelesaikan dengan tuntas. Tuhan Yesus memberkati. Haleluya. Amin. (EST)