Ibu Retno Darusikin Chrismawati
PENDAHULUAN
Pertama melihat Ibu Retno Darusikin Chrismawati atau biasa disapa dengan sebutan Ibu Retno, kita pasti langsung bisa menilai bahwa beliau adalah seorang yang tangguh dan mandiri. Di usia yang sudah tidak muda lagi Ibu Retno masih menyetir mobil sendiri bila bepergian dan masih aktif bekerja sebagai sekretaris di PT Asia Pacific Fibers Tbk sampai saat ini. Kita pasti penasaran dan ingin tahu lebih dekat dengan Ibu Retno kan? Supaya mengenalnya lebih jelas, mari kita simak profilnya.
KELUARGA DAN PEKERJAAN
Ibu Retno Darusikin Chrismawati merupakan anak ke 6 dari 7 bersaudara pasangan orang tua bernama Bp. R. Soemantri Moeljokoesoemo dan Ibu Partini. Dilahirkan di Semarang tanggal 24 Desember 1957 dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga muslim yang toleran. Masa sekolahnya dijalaninya di Semarang dan kuliah di Akademi Bahasa Asing (ABA) Universitas 17 Agustus 1945. Selepas kuliah bu Retno bekerja di PT Texmaco Group yang manajemennya masih banyak orang asing, sehingga kemampuannya berbahasa Inggris sangat mendukung dalam pekerjaannya sampai sekarang meskipun sudah berpindah perusahaan.
BERTEMU PASANGAN HIDUP
Di PT Texmaco Group tempatnya bekerja itulah Ibu Retno bertemu teman kerjanya yang bernama Kadi Hartono. Dari pertemanan biasa akhirnya berubah menjadi cinta karena kegigihan hati Pak Kadi. Alasan menerima Pak Kadi adalah karena Pak Kadi orangnya sabar dan penuh tanggung jawab. Itulah yang meluluhkan hati Ibu Retno untuk menerima sebagai pacar selain juga karena Pak Kadi orangnya tinggi badannya dan ganteng parasnya. Pada tanggal 5 Oktober 1986 mereka akhirnya menikah meskipun masih berbeda agama.
Pak Kadi tak pernah sekalipun memaksa Ibu Retno untuk berpindah agama tetapi Pak Kadi terus membawa dalam doa secara diam kepada Tuhan.
Saat Menikah Tahun 1986 di Semarang
ANAK MENJADI PERANTARA PERCAYA TUHAN YESUS
Pasangan Bapak Kadi Hartono dan Ibu Retno Darusikin Chrismawati dikarunia seorang anak laki-laki bernama Pandu Giwangkoro yang akrab dipanggil dengan mas Giwang. Melalui anak inilah Bu Kadi akhirnya percaya dan menerima Tuhan Yesus.
Bu Kadi menuturkan demikian: “Jadi Setelah menjalani pernikahan selama 29 tahun, dimana kami berdua mempunyai kepercayaan yang berbeda (saya Muslim dan pak Kadi Kristen). Pak Kadi tidak pernah memaksa saya untuk pindah agama selama kami menikah. Ternyata Tuhan membuka jalan melalui perkataan anak saya Giwang yang saat itu berumur 6 tahun yang mengatakan “Mama, kenapa tidak ikut kita menjadi Kristen saja?” Perkataan itu terus terngiang dalam hati saya sampai akhirnya saya membuka hati untuk menerima Tuhan Yesus. Setelah mengikuti katekisasi dengan Bapak Pdt. Bintoro, akhirnya saya dibaptis pada tahun 2015. Saya merasa hati menjadi tentram, baik dalam lingkungan kekristenan maupun rumah tangga dan senang bisa ikut pelayanan di gereja termasuk ikut paduan suara blok C. Demikianlah kesaksian Ibu Retno yang punya prinsip tekun berdoa dan tekun bekerja.
Saat Mas Giwang wisuda
PENGALAMAN BERKESAN DALAM HIDUP
Ketika sharing tentang pengalaman berkesan, ada 2 peristiwa yang tak terlupakan dalam kehidupannya. Yang pertama waktu kecil dulu bu Retno suka main sama temannya mencari belalang sampai tangannya digigit anjing, itu menjadi kenangan masa kecil yang menyenangkan sekaligus trauma digigit anjing. Yang kedua adalah peristiwa yang sangat mengharukan, ketika melihat Pak Kadi menangis dan tidak bisa berkata-kata menyaksikan Ibu Retno dibaptis. Sebuah peristiwa yang sangat dirindukan dan terus dibawa dalam doa oleh Pak Kadi, akhirnya menjadi kenyataan yaitu Ibu Retno percaya kepada Tuhan Yesus.
SUKA DUKA MENGIKUT TUHAN YESUS
Ketika ditanya suka dukanya mengikut Tuhan Yesus, Ibu Retno mengaku bahwa lebih banyak suka yang diterimanya ketika mengikut Tuhan Yesus, terutama dalam keluarga terjadi kesatuan yang lebih erat dan secara sosial bertambah banyak saudara dan teman baik di gereja maupun di Blok. Ibu Retno juga aktif ikut berpelayanan baik di gereja maupun di masyarakat dengan tidak membedakan status sosial.
Ibu Retno sangat bersyukur karena bisa mendidik anak sampai jenjang pendidikan yang tinggi sebagai sarjana hukum. Demikian juga bisa tetap
mendampingi adik dan kakaknya untuk hidup bersamanya. Meskipun saat ini suami tercinta Bapak Kadi Hartono telah dipanggil Tuhan, tetapi tidak menyurutkan semangat Ibu Kadi untuk tetap percaya kepada Tuhan Yesus dan berharap nantinya dapat mengentaskan putra semata wayangnya Pandu Giwangkoro dalam jenjang pernikahan meskipun tanpa didampingi lagi oleh Pak Kadi.
Terlibat dalam pelayanan di Gereja
DOA DAN HARAPAN IBU RETNO
Bu Retno yang punya hobi bersih-bersih rumah dan menonton film ini percaya sepenuhnya akan penyertaan Tuhan dalam hidupnya. Bagi gereja bu Retno juga mempunyai harapan kiranya GKJ Kabluk bisa menjadi gereja yang benar-benar sebagai tempat yang nyaman untuk pelayanan, tanpa ada intrik-intrik yang memecah belah persatuan gereja.
Bagi generasi lanjut usia Ibu Retno berharap kiranya tetap sabar dan punya hati yang sumeleh, serta memberi kesempatan pada generasi muda dalam berkaryalayan di gereja untuk kemajuan dan perkembangan gereja. Sedang bagi generasi muda harapannya tetap semangat dalam karyalayan walaupun mempunyai kesibukan tersendiri sebagai orang muda.
PENUTUP
“Ternyata dalam kehidupan saya, setelah sebagai orang Kristen, saya lebih memiliki keberanian dan cinta kasih untuk menolong dan membantu sesama tanpa memandang status sosial mereka”. Kasih Kristus benar-benar menjelma dalam kehidupan Ibu Retno sehingga tercurah bagi sesamanya.
Demikian kesaksian dan pengenalan akan ibu Retno Kadi Hartono yang sangat luar biasa ini. Tuhan memanggil Ibu Retno untuk percaya tanpa memandang umur dan waktu. Kapanpun Tuhan bisa memanggil umatNya untuk percaya. Terimakasih Ibu Retno atas kesaksiannya yang menjadi berkat bagi kami semua.
Bersama Keluarga Besar R. Donokoesoemo (cucu dan cicit)