“MARI MENGHARGAI WAKTU”
“Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat”
(Efesus 5:15-16)
Waktu adalah satu hal yang paling berharga dalam hidup kita. Kita mungkin dapat membuat lebih banyak uang, tetapi kita tidak dapat membuat lebih banyak waktu. Seorang Motivator bernama Brian Tracy mengatakan “Setiap menit yang kita gunakan dalam membuat perencanaan, akan menghemat 10 menit dalam pelaksanaan”.
Salah satu cara bijak dalam mengatur waktu adalah dengan membuat perencanaan karena perencanaan yang baik akan menghemat waktu dan tenaga. Sebaliknya tanpa perencanaan, maka sebenarnya kita sedang membuang-buang waktu yang kita miliki. Bisa kita bayangkan jika seorang Kurir barang tidak memiliki perencanaan yang baik dalam mengantarkan barang, pasti ia akan menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk berputar balik mencari alamat yang tidak di susun searah. Demikian juga dengan hidup kita.
Ketika kita bangun pagi hari, Tuhan memberi kita sebuah hadiah yang disebut dengan “hari ini”. Bersama dengan hadiah itu, datang pula tanggung jawab. Alkitab mengajarkan kita untuk memperhatikan dengan seksama bagaimana kita harus hidup dengan waktu yang ada.
Mari pergunakan waktu yang ada dan jangan sia-siakan waktu yang Tuhan telah berikan. Dengan tidak hidup sembarangan, namun dengan hidup yang terarah, teratur dan menghargai setiap momen yang terjadi dalam hidup kita, sebetulnya menunjukkan bahwa kita telah menghargai waktu. Ingatlah bahwa Tuhan telah memberi potensi dalam diri setiap orang dengan talenta yang tersimpan dan menunggu untuk kita kembangkan.
Marilah kita buat perencanaan yang tepat agar setiap waktu yang kita punya, tidak terbuang dengan sia-sia. Setiap kita dianugerahkan Tuhan waktu yang sama yaitu 24 jam tiap harinya. Kita perlu bijaksana dalam menggunakannya. Janganlah berpikir “masih ada hari esok”, tetapi berpikir bagaimana jika kita tidak bisa melihat esok hari. Maka kita akan terpacu melakukan yang terbaik dan belajar menggunakan waktu kita dengan lebih bijaksana, terlebih untuk Tuhan dan keluarga. (ed)